Selasa, 27 September 2011

Perbedaan dan persamaan tipe data Char dan Varchar


Tipe data Char adalah tipe data karakter yang panjangnya tetap (fixed-length). Jadi ketika kita misalnya membuat tabel dan mendeklarasikan suatu tipe data Char dengan panjang 5 karakter. Maka SQL Server akan mengalokasikan memori pada media penyimpanan sebanyak panjang karakter yang kita deklarasikan.

Walaupun nantinya ketika terjadi penambahan atau perubahan data pada tabel tersebut panjang karakternya kurang dari 5, SQL server akan tetap menyimpannya dengan panjang 5 karakter. Jika kita melihat kasus tadi, dimana data yang kita masukkan panjang karakternya kurang dari panjang karakter yang telah kita deklarasikan sebelumnya maka SQL server akan menambahkan karakter kosong atau spasi dibelakang. Sebagai contoh, misalkan deklarasi tipe data suatu field/kolom pada sebuah tabel adalah char(5), lalu ketika terjadi penambahan atau perubahan, data yang akan kita masukkan panjang karakternya hanya 3, SQL Server akan tetap menyimpan data dengan panjang 5 karakter untuk data itu dengan menambahkan 2 buah karakter kosong dibelakangnya. Akan tetapi jika panjang karakter dari data yang akan kita simpan melebihi panjang dari karakter yang kita deklarasikan maka SQL server akan memberikan pesan error dan data tidak bisa disimpan.

Lalu bagaimana dengan tipe data Varchar. Tipe data Varchar adalah tipe data karakter yang panjangnya tidak tetap (variable-length). Mungkin bisa dibilang kebalikan dari tipe data Char. SQL server akan mengalokasikan memori pada media penyimpanan sepanjang karakter yang akan kita simpan. Misalnya kita membuat tabel dengan mendeklarasikan suatu field/kolom dengan tipe data Varchar dengan panjang 15 karakter, maka SQL server tidak akan serta merta mengalokasikan 15 karakter pada setiap kali terjadi penambahan atau perubahan data, akan tetapi dia akan melihat terlebih dahulu panjang karakter dari data akan kita simpan. Misalkan data yang kita simpan panjang karakter nya hanya 5, maka SQL server hanya akan mengalokasikan 5 karakter pada media penyimpanan, tidak 15 karakter. Lalu bagaimana jika kita menyimpan data yang karakter nya lebih panjang dari karakter yang kita deklarasikan pada field/kolom yang kita buat pada tabel. Seperti contoh diatas kita mendefinisikan suatu field/kolom dengan tipe data Varchar sepanjang 15 karakter dan ketika terjadi perubahan data panjang karakternya lebih dari itu, biasanya sih SQL Server akan menghasilkan pesan error dan data tidak dapat disimpan.

Persamaan antara tipe data Char dan Varchar yaitu keduanya sama-sama memliki kapasitas maksimum penampungan karakter sebanyak 255 karakter.

Membuat Koneksi PHP Ke MYSQL

Pada Postingan kali ini saya akan Menjelaskan tentang Koneksi PHP ke MYSQ. Langsung aja: 

Pertama-tama kita akan membuat script koneksi PHP ke MySQL
$hostmysql = “localhost”;
$username = “mysql_username”;
$password = “mysql_password”;
$database = “nama_database”;

$conn = mysql_connect(”$hostmysql”,”$username”,”$password”);
if (!$conn) die (”Gagal Melakukan Koneksi”);
mysql_select_db($database,$conn) or die (”Database Tidak Diketemukan di Server”); ? >

Untuk mempermudah, simpan file tersebut dengan nama connect.php , agar jika terdapat script PHP yang memerlukan untuk terkoneksi dengan database, dapat dengan mudah memanggilnya.
Penjelasan Script koneksi PHP ke MySQL:

a. mysql_connect dipergunakan untuk membuat koneksi menggunakan PHP ke server MySQL. Data untuk hostname, mysql username, dan password yang digunakan telah dideklarasikan oleh variabel $hostmysql, $username, $password.
Penulisannya pada script akan sama dengan:
mysql_connect(”localhost”,”username”,”password”);
b. mysql_select_db dipergunakan untuk memilih database yang akan digunakan.
c. if (!$conn) die (”Gagal Melakukan Koneksi”); jika terjadi kegagalan dalam melakukan koneksi (!$conn), maka akan muncul pesan kesalahan Gagal Melakukan Koneksi
Setelah itu kita akan membuat tabel MySQL

mysql_query(”CREATE TABLE user (
namadpnVARCHAR(20),
namablkg VARCHAR(20),
negara VARCHAR(20))”); ?>

Penjelasan:
1. include (”connect.php”); kita gunakan untuk mengikutkan sebuah file (contoh file connect.php).
2. mysql_query
perintah ini memiliki format umum yakni ysql_query(string dari query).
Script dibawah ini dipergunakan untuk membuat tabel

include (”connect.php”);
$insert = “INSERT INTO users (type,firstname,lastname)
VALUES (’User,’Budi’,’Utomo’)”;
mysql_query($insert) or die (”tidak dapat menulis pada tabel”);?>



Script dibawah ini dipergunakan untuk menampilkan data dari tabel
$query = “SELECT * FROM user”;
$result = mysql_query($query);
$numrows = mysql_num_rows($result);
while($row = mysql_fetch_array($result)){
echo “Total: $numrows
”;
echo “Tipe: $row[type]
”;
echo “Nama Depan: $row[firstname]
”;
echo “Nama Belakang: $row[lastname]“;
} ?>


Demikian cara membuat koneksi PHP ke MYSQL, semoga bermanfaat dan selamat mencoba :)

Koneksi PHP MYSQL dengan Adobe Dreamweaver

Kesempatan kali ini saya akan posting tentang Cara mengKoneksikan PHP MYSQL dengan Adobe dreamweaver. langsung aja nih langkah - langkahnya:

Langkah pertama adalah, membuat folder web yang akan anda buat di server lokal, misalkan C:\xampp\htdocs\myweb(sesuaikan dengan proyek yang anda buat). Saya menggunakan server localhost Xampp, anda mungkin ada yang menggunakan Apache, AppServ, dll. Tidak ada masalah dengan server lokal yang digunakan.

Langkah Kedua, buka aplikasi Dreamweaver, lalu definisikan situs yang akan anda buat, (ingat…akan lebih baik jika anda melakukan hal pada langkah pertama). Caranya, setelah halaman dreamweaver terbuka klik pada menu paling atas yaitu menu Site (alt+S). Pilih New Site, lalu pilih Categori Local Info
12
untitled-2
site name : diisi dengan nama project
Local root folder : definisi project anda berada
Kemudian menuju Category berikutnya yaitu Remote Info
untitled-3
keterangan :
Access : diisi dengan Local/Network
Remote folder : sama dengan Local Root Folder
Category berikutnya adalah Testing Server
keterangan :
Server Model : tentunya PHP MYSQL
Access : Local/Network
Testing Server Model : idem dengan Remote Folder
URL Prefix : isikan nama project anda
Kemudian langsung klik OK, akan muncul semacam eksplorer kecil yaitu dimana nantinya file-file anda akan disimpan.
Langkah Ketiga, adalah menghubungkan database dengan halaman PHP anda. Caranya pada menu paling atas klik Windows (alt+W), lalu pilih database, akan muncul windows properties database, setelah muncul klik tanda plus (+) dibawah tab databases, muncul form untuk mengisi settingan koneksi anda. Kalau tanda plus (+) belum aktif buatlah halaman baru dengan cara klik File > New
untitled-6
untitled-7
keterangan :
Connection Name : diisi dengan nama koneksi, akan lebih baik bila disesuikan dengan nama project
MYSQL Server : tentunya Localhost
User Name : root (sesuai dengan user database MYSQL anda)
Password : password anda
Databases : pilih database-nya
Nah sampai pada langkah ini anda berhasil membuat konfigurasi koneksi dengan database MYSQL, untuk lebih meyakinkan klik tombol Test, kalau muncul “Connection was made succesfully.” berarti koneksi sudah berhasil, tapi kalau tidak berarti ada kesalahan dalam settingan databasenya. Kemudian klik OK. Nama koneksi yang anda buat akan muncul dalam Databases (seperti gambar di bawah).
untitled-81
untitled-9

Demikian cara - cara mengKoneksikan PHP MYSQL dengan Adobe dreamweaver. Sekian dan terima Kasih. Semoga bermanfaat :)

Kamis, 15 September 2011

Metode POST and GET

Setelah kita mempelajari tentang dasar-dasar PHP. Marilah kita pelajari tentang POST and GET.
Sebelum mempelajarinya, kita lihat terlebih dahulu proses PHP sebelumnya.
Contoh penggunaan POST :
<html><body>
<h2> Mega Swalayan</h2>
<form action="proses.php" method="post">
<select name="barang">
<option>Gula</option>
<option>Beras</option>
<option>Kecap</option>
</select>
Jumlah pesanan: <input name="jumlah" type="text">
<input type="submit" value="Submit">
</form>
</body></html>
Dan ini proses.php nya.
<html><body>
<?php
$jumlah = $_POST['jumlah'];
$barang = $_POST['barang'];
echo "Pesanan anda ". $jumlah . " " . $barang . ".<br>";
echo "Terima kasih atas kunjungan anda!";
?>
</body></html>
Contoh penggunaan GET :
<html><body>
<h2>Mega Swalayan</h2>
<form action="proses.php" method="get">
<select name="barang">
<option>Gula</option>
<option>Beras</option>
<option>Kecap</option>
</select>
Jumlah pesanan: <input name="jumlah" type="text">
<input type="submit" value="Submit">
</form>
</body></html>
Dan ini proses.php nya.
<html><body>
<?php
$jumlah = $_GET['jumlah'];
$barang = $_GET['barang'];
echo "Pesanan anda ". $jumlah . " " . $barang . ".<br>";
echo "Terima kasih atas kunjungan anda!";
?>
</body></html>
Demikian perbedaan POST dan GET. Silahkan dicoba!!

Selasa, 13 September 2011

Statement DO WHILE

Statement ini merupakan bentuk modifikasi dari WHILE. Sintaksnya adalah sebagai berikut

do
{
 statement;
 .
 .
}
while (syarat);
Coba bandingkan dengan sintaks WHILE sebelumnya. Dilihat dari posisi statement yang diulang,
posisi statement yang diulang pada DO WHILE terletak di atas syarat. Dengan demikian,
sebelum syarat dicek TRUE atau FALSE nya, statement akan dikerjakan terlebih dahulu.
Sedangkan pada WHILE, sebelum statement yang diulang dikerjakan, terlebih dahulu syarat
akan dicek. 

Prinsip kerja DO WHILE sama dengan WHILE yaitu statement akan terus dikerjakan selama
syarat bernilai TRUE dan perulangan akan berhenti apabila FALSE.

Perhatikan contoh berikut ini yang membandingkan DO WHILE dengan WHILE

Contoh:

<?
$kue = 0;
while($kue > 1)
{
 echo "Hehehe... gue suka lu";

?>

<?
$kue = 0;
do 
{
 echo "Hehehe... gue suka lu";
} while ($kue > 1);
?>

Pada kode WHILE, teks "Hehehe..." dst tidak akan ditampilkan karena syaratnya langsung
bernilai FALSE (perulangan berhenti). Sedangkan pada DO WHILE, teks akan ditampilkan
dahulu kemudian perulangan berhenti (syarat bernilai FALSE).

Statement Foreach

 Misalkan Anda punya data berupa array assosiatif yang akan diproses secara berulang-ulang,
maka PHP menyediakan statement foreach yang mudah digunakan.

Sintaksnya adalah:

foreach(variabelarray as kunci => value)
{
 statement;
 .
 .
}

Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki 3 orang karyawan dengan usianya masing-masing yang
ditulis dalam kode PHP sebagai berikut

$UsiaKaryawan["Muhammad"] = "28";
$UsiaKaryawan["Isfan"] = "16";
$UsiaKaryawan["Fajar"] = "35"; 

Berikut ini adalah contoh kode PHP yang akan menampilkan semua karyawan beserta usianya
dengan menggunakan foreach.

<?
$UsiaKaryawan["Muhammad"] = "28";
$UsiaKaryawan["Isfan"] = "16";
$UsiaKaryawan["Fajar"] = "35";


foreach($UsiaKaryawan as $Nama => $umur)
{
 echo "Nama Karyawan: $Nama, Usia: $umur"." th <br>";
}
?>

Statement FOR

Statement FOR mirip dengan WHILE yang memiliki sintaks berikut ini :

for (inisialisasi counter; syarat; increment/decrement counter)
{
 statement;
 .
 .
}

Untuk memperjelas pemahaman tentang FOR, berikut ini adalah contoh kode dengan for untuk
menghasilkan tampilan yang sama dengan contoh while sebelumnya (tentang jumlah sikat dan
harganya). Coba bandingkan dengan kode contoh while sebelumnya.

Contoh:

<?
$harga_odol = 1000; 

echo "<table border=\"1\" align=\"center\">";
echo "<tr><td><b>Jumlah Odol</b></td>";
echo "<td><b>Harga</b></td></tr>";
for ($jumlah_odol = 5; $jumlah_odol <= 100; $jumlah_odol+=5)
{
 echo "<tr><td>";
 echo $jumlah_sikat;
 echo "</td><td>";
 echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;
 echo "</td></tr>";
}
echo "</table>";
?>

Statement WHILE

Statement ini digunakan untuk mengerjakan suatu statement secara berulang-ulang sampai
suatu syarat dipenuhi. Sintaksnya adalah

while (syarat)
{
 statement;
 statement;
 .
 .
}

Pada sintaks di atas, selama syarat bernilai TRUE maka statement-statement di dalam while
akan terus dijalankan secara berulang-ulang. Perulangan baru akan berhenti apabila syarat
bernilai FALSE. Sebelum statement yang diulang-ulang dilakukan, terlebih dahulu akan dicek
syarat nya apakah bernilai TRUE atau FALSE. Apabila TRUE maka statement akan dijalankan.
Sedangkan apabila FALSE, perulangan akan langsung berhenti. Dengan kata lain, statement
dalam WHILE bisa jadi tidak akan pernah dilakukan,  yaitu apabila syaratnya langsung bernilai
FALSE.

Contoh:

<?
$harga_odol = 1000; 
$jumlah_odol = 5;

echo "<table border=\"1\" align=\"center\">";
echo "<tr><td><b>Jumlah Odol</b></td>";
echo "<td><b>Harga</b></tr></td>";
while ( $jumlah_odol <= 100 ) 
{
 echo "<tr><td>";
 echo $jumlah_odol;
 echo "</td><td>";
 echo "Rp. ".$harga_odol * $jumlah_odol;
 echo "</td></tr>";
 $jumlah_odol = $jumlah_odol + 5;
}
echo "</table>";
?>

Kode di atas akan menampilkan hasil di browser berupa tabel yang berisi jumlah sikat dan
harganya, dengan asumsi harga sebuah sikat adalah Rp. 1.000. Jumlah sikat yang ditampilkan
adalah kelipatan 5 dengan batas sampai 100 buah.

Statement SWITCH

Sintaks dari statement ini adalah :
switch (variabel)
{
 case option1:
  statement11;
  statement12;
  . 
  .
  break;
 case option2:
  statement21;
  statement22;
  . 
  .
  break;
 .
 .
default:
  statementdefault1;
  statementdefault2;
  .
  .
  break;
}

Pada sintaks di atas, nilai dari variabel akan dicek pada setiap option yang ada (terletak di bagian
case). Jika ada option yang sama dengan nilai variabel, maka statement-statement di bawah
option tersebutlah yang akan dijalankan. Bagian default adalah optional (boleh ada, boleh tidak).

Contoh:

<?php
$tujuan = "Sangasanga";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
 case "Samarinda":
  echo " $300";
  break; 
 case "Balikpapan":
  echo " $1000";
  break; 
 case "Tenggarong":
  echo " $1550";
  break; 
  case "Sangasanga":
  echo " $900";
  break;
case "Bontang":
  echo " $600";
  break;  
}
?>

Contoh: 

<?php
$tujuan = "Papua";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
 case "Ambon":
  echo " $500";
  break; 
 case "Kalimantan":
  echo " $1500";
  break; 
 case "Sumatera":
  echo " $1650";
  break; 
 case "Sulawesi":
  echo " $950";
  break; 
 case "Irian":
  echo " $750";
  break;  
  default:
  echo " $150";
  break;  
}
<?

Statement IF

 Sintaks dari statement tersebut dalam PHP adalah

if (syarat)
{
 statement1; 
 statement2;
 .
 .
}

Untuk menyatakan syarat, biasanya digunakan operator perbandingan seperti yang telah dibahas
sebelumnya. Apabila syarat bernilai TRUE maka statement-statement yang diapit dengan tanda
kurung kurawal akan dijalankan. Bentuk lain dari sintaks IF adalah

if (syarat)
{
 statement1; 
 statement2;
 .
 .
}
else
{
 statement3;
 statement4;
 .
 . 
}

Untuk sintaks kedua di atas, statement3, statement4, dst akan dijalankan apabila syarat bernilai
FALSE.

Contoh:

<?
$my_name = "yara";

if ($my_name == "yara") 
{
    echo "Your name is ".$my_name."!"<br>";
}
echo "Welcome to my homepage!";
?>

Contoh:

<?
$number = 2;

if ($number == 4) 
{
 echo "Benar";

else 
{
 echo "Salah";
}
?>

Terdapat pula bentuk sintaks berikutnya dari IF … yaitu dengan ditambahkan elseif

if (syarat1)
{
 statement11;
 statement12;
 . 
 .
}
elseif (syarat2)
{
 statement21;
 statement22;
 . 
 .
}
.
.
else
{
 statement1;
 statement2;
 . 
 .
}

Jika syarat1 bernilai TRUE, maka statement11, statement12 dst akan dijalankan. Sedangkan jika
syarat1 FALSE maka selanjutnya akan dicek untuk syarat2. Jika syarat2 TRUE maka
statemen21, statement22, dst akan dijalankan, sedangkan jika syarat2 FALSE akan dicek syarat
berikutnya (jika masih ada). Statement1, statement2, dst baru akan dijalankan apabila semua
syarat sebelumnya bernilai FALSE.

Contoh:

<?
$karyawan = "Yara";
if($karyawan == "Yuniar")
{
echo "Hello Yuniar!";

elseif($karyawan == "Yara")
{
 echo "Hello Yara!";
}
else 
{
 echo "Hello!";
}